Kendati memanfaatkan teknologi cerdas, BPBD Bali menekankan bahwa AI tidak diposisikan untuk menggantikan peran manusia atau meralat kendali pengambil keputusan. Sistem kecerdasan buatan ini murni berfungsi sebagai alat pembantu (copilot) yang mempercepat analisis situasi, menyaring kebisingan data (data noise), dan menyajikan ringkasan komprehensif bagi personel Pusdalops di lapangan.
Inisiatif ini turut mempertegas komitmen jangka panjang Bali dalam membangun sistem mitigasi bencana yang adaptif dan berbasis teknologi. Sebagaimana disampaikan oleh Provincial Manager Program SIAP SIAGA Bali, Ikhyaul Ihsan, langkah proaktif ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak masyarakat atas informasi kedaruratan yang valid, sekaligus menempatkan inovasi sebagai pilar utama dalam mengurangi risiko bencana di masa depan. (M-001)










