Menurutnya, beberapa fase penyisihan berhasil dilalui dengan baik oleh atlet Bali. Sampai dengan pada Sabtu 5 Juni 2021, dari 4 kategori yang dilombakan, BNNP Bali mampu tampil maksimal. Dengan menggandalkan 1 Ganda Putra Komang Sugita dan Teja, berhasil meraih peringkat pertama mengalahkan pasangan atlet nasional dari BNN Pusat dengan skor 4-0. Kemenangan itu sekaligus memboyong medali emas dan hadiah uang tunai Rp. 35 juta rupiah.
Sedangkan kategori putri pasangan Devi dan Galuh harus puas berada pada posisi ketiga. Setelah kurang beruntung dan kalah dari atlet Papua Barat pada babak semifinal. Sementara pasangan Devi dan Galuh mendapat medali perunggu dan uang pembinaan 15 juta rupiah.
Di penghujung kejuaraan, Brigjen Sugianyar menyampaikan kebanggaannya kepada para atlet Bali yang telah berjuang sungguh-sungguh hingga akhir kejuaraan dan memboyong 2 trofy untuk masyarakat Bali.
“Dengan persiapan yang lebih matang dan latihan yang lebih keras lagi kedepan para atlet junior ini diyakini mampu tampil lebih baik lagi dan membanggakan Bali” tegas mantan Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat ini.
Diharapkannya, para atlet kejuaraan tennis meja bisa menjadi duta "Anti Narkoba" untuk menjadi contoh bagi generasi muda di Bali agar hidup sehat, berprestasi dan menjauhi narkoba, melalui olahraga tenis meja, pungkasnya. (hen)










