BLT Tak Tepat Sasaran, Seorang Warga Temukuaya Protes

 

Dengan kondisi ini, Sarjana juga malas melayangkan protes kepada kelian banjar, dengan dalih menghindari konflik di banjar. “Saya juga malas mau protes, karena malu juga kalau terus-terusan seperti itu,” papar Sarjana.

 

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kelian banjar Temukuaya, I Made Suardana menuturkan pengajuan untuk BLT dana desa diprioritaskan bagi warga yang memang tidak mampu, sementara Sarjana bukan termasuk orang jompo. “Kalau pak Sarjana ini, masih produktif bekerja. Dua anaknya bekerja di RS Kapal, dan satu lagi bekerja sebagai tukang parkir di Tabanan. Kakaknya pak Sarjana itu juga saya ajukan karena termasuk jompo,” tuturnya.

 

Meski tidak mengajukan nama Sarjana dalam BLT dana desa ini, namun pihak banjar mengajukan anak keduanya yang bekerja sebagai juru parkir itu di adat. Sehingga dengan alasan agar tidak mendapatkan bantuan dua kali antara adat dan desa sehingga anak keduanya tersebutlah yang diajukan ke adat untuk mendapat BLT ini. “Meski sudah lepas kartu KK nya, intinya biar keluarga ini dapat. Saat ini masih proses pendataan,” terang Suardana.

 

Di banjar Temukuaya sendiri, terdapat dua KK saja yang dinyatakan lolos verifikasi di tingkat desa dan berhak mendapat BLT. Beberap warga yang masuk dalam kategori tidak mampu, selama ini sudah mendapat bantuan berupa raskin, PKH dan lainnya dari Dinas Sosial. (kdp).

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top