Mengingat begitu pentingnya 1000 HPK bagi masa depan anak-anak Indonesia, BKKBN memiliki program Bina Keluarga Balita (BKB) yaitu kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak melalui kegiatan promsi dan KIE yang sampaikan oleh para kader kelompok Bina Keluarga Balita (BKB).
Berbicara terkait hal tersebut, sarles brabar menjelaskan berdasarkan catatan SIGA BKKBN, sudah terdapat 2.640 kelompok BKB di Bali dengan sasaran 148.686 keluarga memiliki Balita. “sampai dengan Mei 2024 ini, tercatat 89.047 keluarga sebagai anggota BKB atau mencapai 59,89 persen” ucapnya
Pemantauan tumbuh kembang anak di kelompok BKB menggunakan KKA (Kartu Kembang Anak). KKA berisikan tugas perkembangan anak setiap bulannya dan pesan kegiatan asuh yang harus dilakukan orang tua. Pemantauan tersebut tentunya dilakukan oleh pengelola program BKB baik di Provinsi hingga kecamatan.
“Kami harapkan para pengelola dapat terus memingkatkan pemahaman dan kompetensi mengenai pemantauan tumbuh kembang anak sehingga kami BKKBN melaksanakan kegiatan internalisasi pengasuhan Balita dengan mengundang para pengelola BKB,” jelas Sarles Brabar.










