Pembukaan kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kepada Masyarakat.
DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Salah satu penyebab stunting yang paling penting adalah pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan serta setelah melahirkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Sarles Brabar saat menghadiri pembukaan kegiatan Internalisasi Pengasuhan Balita dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Kepada Masyarakat di Golden Tulip Sunset Road pada Selasa (9/7/2024).
“Stunting itu sangat kompleks dimulai dari janin masih dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun sehingga pada masa tersebut perlu diperhatikan oleh orang tua” ucap Sarles Brabar.
Sarles Brabar menambahkan, bahwa secara nasional angka stunting di Provinsi Bali menduduki posisi terendah yakni berada pada angka 7,2 persen atau jauh berada di bawah angka stunting nasional yaitu 21,5%.
“Sementara secara kabupaten kota, Kabupaten klungkung dan Badung tercatat memiliki prevalensi stunting terendah yakni sebesar 4,9 persen sedangkan Kota Denpasar tercatat memiliki prevalensi stunting terbesar yakni 10,8 persen sehingga kita masih terus berupaya utamanya pada pendampingan keluarga ibu hamil, pasca persalinan dan bayi barulahir hingga usia dua tahun” , jelasnya.
Pendampingan masa kehamilan sangat penting dalam upaya menurunkan stunting karena masa tersebut merupakan golden periode tahap I dari 1000 (seribu) hari pertama kehidupan.










