“Saat ini, kami lebih banyak mendidik mahasiswa yang melanjutkan ke pendidikan profesi. Karena, ada peraturan Kementerian yang baru, bahwa bidan yang boleh membuka praktik mandiri itu harus lulusan profesi. Jadi, mereka berlomba-lomba untuk meningkatkan level pendidikannya agar bisa membuka praktik mandiri,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar, Dr. Erika Yulia Ichwan, SST., M.Keb., menyampaikan, bahwa yudisium ini menjadi tanda mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh proses pendidikan di Poltekkes Kemenkes Denpasar.
“Tentu dengan jumlah bidan yang cukup banyak ini, dan tingkat kelulusan yang sangat tinggi, ini menjadi suatu hal yang sangat membanggakan bagi saya, karena mereka sudah lulus tepat waktu,” ujarnya.
Erika berharap, para lulusan mampu mengimplementasikan semua ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah, dengan tetap menjaga kompetensi, integritas, etika profesi, serta menjaga nama baik Poltekkes Kemenkes Denpasar. Selain itu, para lulusan ini diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam mendukung transformasi kesehatan di bidang kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, peran bidan saat ini sangat vital sebagai garda terdepan dalam melakukan pelayanan penurunan angka kematian ibu, serta penurunan angka stunting di masyarakat. “Tetaplah menjadi bidan yang dikenal bukan hanya karena melayaninya, tetapi karena kualitas dan juga kemampuan mereka dalam menunjukkan responsif serta empati terhadap masyarakat,” tegasnya.
Salah satu lulusan, Bdn. Kadek Pramesti Dwi Candrika, S.Tr.Keb., bersama Ni Putu Jayanti Prabandari Pasek, A.Md.Keb., berharap, agar gelar yang didapat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya. Ia juga berpesan, kepada para lulusan agar bisa menjadi bidan yang profesional dan kompeten ke depannya.










