Sementara itu, Pihak Balai pelestarian Kebudayaan Wilayah XV menyoroti pentingnya dokumentasi ritual Sanghyang sebagai langkah strategis menjaga nilai-nilai sakral budaya yang didistribusikan sebagai sumber pengetahuan berbasis budaya lokal.
Seluruh kegiatan ini melibatkan kurang lebih 1500 orang di 8 desa baik dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa dan lansia, termssuk dari komunitas budaya di wilayah mengwi dan penebel dilibatkan untuk menyukseskan acara ini.










