Berlanjut, Aktivasi Penguatan Budaya di Delapan Desa Kawasan Lanskap Subak Catur Angga Batukaru-Mengwi

AKTIVASI2
Pertunjukan serangkaian Aktivasi Penguatan Budaya di delapan Desa Kawasan Lanskap Subak Catur Angga Batukaru-Mengwi

Penglingsir Puri Agung Mengwi, Anak Agung Gede Agung, mengungkapkan subak dan Pura Taman Ayun bukan hanya simbol fisik, tetapi juga menjadi jiwa budaya Bali yang mengajarkan keselarasan. Aktivasi ini adalah bentuk nyata melibatkan generasi muda dalam melestarikan warisan leluhur.”

Tim Ahli Kementerian Kebudayaan, Gusti Anom Astika menambahkan bahwa penciptaan tari musikal dan pawai budaya ini mengintegrasikan konsep edukasi budaya dengan pelestarian tradisi lokal. “Kami berharap program ini mampu menjadi referensi nasional dalam mengelola ekosistem budaya,” ujarnya.

Sealanjutnya pada tanggal 8-9 Desember 2024, fokus aktivasi beralih ke tujuh desa Subak Catur Angga Batukaru. Berbagai aktivitas seperti parade panen, pawai dan pentas seni, jelajah subak, lomba-lomba kreatif terkait subak, serta pendokumentasian ritual Sanghyang diadakan untuk memperkuat ekosistem tradisi agraris.

Camat Penebel, I Putu Agus Hendra Manik Astawa, M.P menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas komunitas ini. “Kawasan Subak Catur Angga Watu Karu adalah fondasi ekonomi sekaligus budaya kami. Melalui program ini, desa-desa tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkenalkannya ke dunia,” ungkapnya.

Kepala Desa di Desa-Deda Wilayah Catur Angga dan Pihak adat, mendukung kegiatan aktivasi kebudayaan subak ini. Semua komponen desa dikerahkan untuk hadir dan berkontribusi di seluruh kegiatan aktivasi di wilayah subak sehingga dapat menjadi daya tarik utama karena menghubungkan wisatawan dengan proses budaya agraris Bali.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top