Belum Dilantik, Separuh Perawat ITEKES Bali Sudah Diborong RS

bf51b962-6b84-4eec-8323-0c4738d8b196

Restu orangtua, menurutnya, masih menjadi kendala klasik sehingga anak-anaknya mengurungkan niat berkarir ke luar negeri. Ia pun sangat menyayangkan dan segera melakukan komunikasi kembali dengan orangtua mahasiswa yang tergabung dalam wadah PORMASI.

"Perlu dicatat bahwa anak-anak kita di luar negeri hanya empat tahun. Mereka mendapatkan pengalaman internasional dan penghasilan tinggi. Berikanlah mereka kesempatan membalas biaya yang dikeluarkan orangtua," imbaunya.

Tiga lulusan terbaik dengan indeks prestasi komulatif (IPK) masing-masing 4.00, yakni Kadek Wiwien Pradnyaswari Dewi, Putu Adinda Saraswati dan Putu Awik Sirna Wardani.

Terkait kesan selama berkuliah di ITEKES Bali, Putu Awik, mengaku tidak salah pilih. Kata dia, ITEKES Bali memberikannya pengalaman membedah berbagai kasus yang ditemui saat praktik di rumah sakit.

"Jadi pas praktik misalnya saya menemukan kasus menarik pada pasien. Terus kita bahasa di kampus. Dibedah bersama dosen hingga dapat solusi," kata Putu Awik.

Sebelum lulus, Putu Awik, telah berwirausaha dengan membuka layanan "home care" panggilan. Menariknya, pasien-pasiennya adalah wisatawan asing yang sedang berada di Bali.

Untuk mengembangkan profesionalitasnya, Putu Awik berencana mengambil peluang berkarir ke luar negeri yang ditawarkan oleh almamaternya.

Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Direktur Cabang Utama BPD Bali, Ketua DPW PPNI Provinsi Bali, Ketua AIPNI Regional X, Direktur Rumah Sakit Umum Bangli, Perbekel Desa Melinggih, Ketua PORMASI dan KANTI ITEKES Bali, dan undangan lain. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top