"Penelitian yang dilakukan ini adalah hal-hal yang tercecer, yang tidak banyak orang memperhatikannya. Inilah keunggulan teman-teman yang mampu mengumpulkan hal yang tercecer, yang kurang diperhatikan oleh orang, dan justru inilah yang dikemukakan ke atas," katanya guru besar ini seraya berpendapat, penelitian ini adalah hal penting untuk keberlangsungan bangsa kedepannya.
"Dan dari segi akademis, kegiatan ini juga sangat penting. Karena, selain melakukan dialog, juga menyempurnakan ide atau gagasan, penajaman, serta pembenahan. Dan menurut saya, apa yang dilakukan teman-teman ini kemampuannya sudah sangat memadai, hanya perlu 'menggosok' untuk mendapatkan penajaman. Tidak hanya bagi peserta, sayapun banyak mendapat manfaat dari kegiatan ini," tambahnya.
Adapun judul penelitian dibedah dalam kegiatan yang dibagi ke dalam tiga ruangan tersebut, yakni Seni Tari Janger di Bali, Leva Nuang Kearifan Lokal Masyarakat Nelayan di Lamalera Lombok NTB, Tradisi Masyarakat Suku Tetun NTT, Tradisi Lisan Natoni NTT, Kajian Naskah Kuno di Provinsi Bali, Nilai Tradisi Kumpul Kope NTT, Ntumbu Desa Maria Bima, Tradisi Barempuk Sumbawa Barat, Kajian Naskah Kuno Bali, Naskah Kuno Hikayat Indra Jayakusumah Bima, Cupak Gerantang Lombok Barat, Mandolin Tabanan, Seni Pertunjukan Arja, Tebe seni pertunjukan Belu NTT, Mobilitas Orang Nusa Penida ke Jembrana, Gunung Tambora, Sejarah Kota Kalabahi Alor, Babi Guling, Kesenian Gengong, Tradisi Perang Timbung Lombok Tengah, Tari Ja'i Parawitu Ngada NTT, dan Tari Sole Oha di Lembata Flores Timur NTT.










