“Dampak jangka panjang dari politik uang adalah menguatnya oportunis dan ketimpangan sosial. Kandidat yang terpilih melalui politik uang cenderung berfokus pada kepentingan para sponsor mereka daripada pada kebutuhan masyarakat luas,” jelas Wanita kelahiran Buleleng itu.
Selain menjabarkan tentang dampak politik uang, Ariyani juga menjelaskan perbedaan dari Money Politik dan Cost Politik. “Bedakan Cost Politik dan Money Politik, Cost Politik itu adalah konsep yang mengacu pada jumlah dana yang diperlukan untuk mencalonkan diri, seperti biaya kampanye, konsumsi kampanye dan ini ada laporannya secara administrasi, sedangkan Money Politik itu mengacu pada praktik jual beli suara, dan ini tidak ada laporan administrasinya,” pungkas Srikandi Bawaslu Bali tersebut. (her)










