Bendesa Adat Kerobokan, Anak Agung Putu Sutarja, SH, MH menyampaikan, setelah covid 19 mereda, wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang ke Bali khususnya ke daerah Kerobokan terus meningkat. Ini merupakan hal yang positif bagi pariwisata Bali, dan pihaknya terus mempersiapkan Kerobokan agar dapat dikunjungi secara nyaman.
"Dengan adanya kerjasama ini kami memberikan alternatif transportasi yang ramah lingkungan dalam menghadapi kemacetan dan semua permasalahan yang ditimbulkan. Selain itu kami melihat armada Beam Mobility ini memberikan wajah baru bagi pariwisata Kerobokan yang lebih ramah lingkungan. Semoga masyarakat dapat mulai terbiasa menggunakan armada mikromobilitas untuk memenuhi kebutuhan mereka," ungkapnya, Rabu (10/5).
Terdapat 250 armada yang dihadirkan pada uji coba di daerah Kerobokan yang terdiri dari satu armada yaitu Beam Rover. Seluruh armada Beam Mobility dilengkapi dengan fitur teknologi berbasis IoT sehingga setiap kendaraan dapat dipantau real-time. Hal ini memungkinkan Beam untuk menerapkan teknologi keselamatan geofencing, yang dapat secara otomatis mencegah kendaraan memasuki area geografis tertentu; pengendara yang mencoba memasuki area tersebut akan mendapati armada yang mereka gunakan melambat hingga berhenti, dan mereka harus keluar dari area tersebut untuk memulai kembali perjalanan mereka. Beam Mobility memastikan armadanya dapat diakses oleh penggunanya, setiap armada juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan petunjuk keselamatan dalam berkendara.










