BBTF 2026 Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Pariwisata Berkualitas dan Bermartabat

DSC_0884
Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 resmi ditutup dengan membawa pesan kuat bagi masa depan kepariwisataan nasional.

Sektor ekonomi pariwisata juga mendapat dorongan kuat dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali, Achris Sarwani, menjelaskan bahwa penguatan ekosistem pariwisata terus dilakukan lewat digitalisasi sistem pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross-Border yang kini telah terhubung dengan enam negara. Selain mempermudah transaksi turis asing, BI juga aktif membina UMKM, sektor ekonomi kreatif, dan desa wisata agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dari peta pasar internasional, BBTF 2026 berhasil membuka peluang dari ceruk pasar baru (new markets) melalui kehadiran buyer asal Afrika Selatan dan Vietnam. Perwakilan buyer Afrika Selatan menyatakan ketertarikannya pada produk wisata autentik Indonesia, khususnya wisata budaya, wine, dan gastronomi. Sementara itu, buyer dari Vietnam menggarisbawahi bahwa kepercayaan dan jejaring yang kuat merupakan modal utama dalam membangun bisnis pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Ketua Panitia BBTF 2026 sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, mengumumkan bahwa ajang tahun ini berhasil membukukan potensi nilai transaksi yang fantastis, yakni mencapai Rp6,9 triliun. Kendati demikian, Winastra menegaskan bahwa keberhasilan sejati dari BBTF tidak diukur dari angka sesaat, melainkan dari dampak jangka panjang pasca-acara. “Kontrak bisnis, pengembangan rute perjalanan (itinerary baru), perluasan kemitraan, dan keputusan buyer membawa wisatawan ke Indonesia adalah esensi utama dari pameran ini,” sebutnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top