BBTF 2026 Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Pariwisata Berkualitas dan Bermartabat

DSC_0884
Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 resmi ditutup dengan membawa pesan kuat bagi masa depan kepariwisataan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Putu Surya Arysoma dari Ubud Hotel Association menyoroti pentingnya menyelaraskan penghargaan internasional dengan realitas fasilitas di lapangan. Sebagai pusat wisata budaya, gastronomi, dan kebugaran (wellness), Ubud dituntut memenuhi ekspektasi tinggi para pelancong mancanegara. “Kesiapan infrastruktur dasar seperti kualitas jalan, kenyamanan trotoar bagi pejalan kaki, stabilitas aliran listrik, hingga kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan,” ucapnya.

Pada segmen destinasi premium, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, memaparkan strategi perbaikan kawasan secara menyeluruh. Pihaknya kini tengah berfokus pada rejuvenasi fasilitas, penataan kabel bawah tanah, perbaikan jalur pedestrian, serta optimalisasi area publik. Melalui langkah tersebut, kawasan The Nusa Dua diposisikan sebagai model percontohan destinasi mewah yang sukses mengintegrasikan aspek kenyamanan dengan prinsip keberlanjutan (sustainability).

Dari sisi industri akomodasi, General Manager The Westin Resort Nusa Dua sekaligus perwakilan Marriott Bonvoy, Sanders Looijen, membuktikan bahwa kemewahan dapat berjalan beriringan dengan kearifan lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebijakan pembatasan penggunaan plastik, manajemen pengelolaan limbah yang ketat, pemanfaatan produk lokal, serta kemitraan strategis dengan desa-desa wisata di Bali. “Langkah ini menegaskan bahwa sektor perhotelan mewah memiliki peran besar dalam program pemberdayaan komunitas sekitar,” jelasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top