Keterlibatan internal lembaga juga terlihat sangat solid. Kepala Sekretariat Bawaslu Badung, Drs. Firman Kurniawan, secara langsung menginstruksikan jajarannya untuk terjun ke lapangan sebagai bentuk kontribusi nyata institusi. Ia menegaskan bahwa institusi negara tidak boleh eksklusif, melainkan harus hadir memberikan teladan dalam isu-isu sosial dan lingkungan. “Saya berharap aksi ini bisa memantik kesadaran masyarakat luas bahwa perubahan besar selalu diawali dari kebiasaan diri sendiri,” tegasnya.
Aksi bersih-bersih di Pantai Kuta ini juga menjadi ruang edukasi bagi para siswa dan generasi muda yang hadir. Mereka diajak untuk memahami bahwa kawasan pesisir adalah benteng terakhir pertahanan lingkungan Bali. Dengan adanya kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan pesan mengenai pentingnya menjaga kebersihan laut tidak berhenti saat kegiatan berakhir, melainkan bertransformasi menjadi sebuah gerakan budaya yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat.
Bawaslu Badung berkomitmen untuk terus mendukung program-program pelestarian alam yang berdampak positif bagi masyarakat. Melalui sinergi bersama Kawan Alam Bali, diharapkan tercipta kesadaran kolektif yang berkelanjutan. Harapannya, pesona Pantai Kuta tetap terjaga sebagai warisan dunia, sekaligus menjadi simbol harmoni antara manusia, lingkungan, dan integritas yang bersih. (M-001)










