SEMARAPURA-Fajar Bali, Progam dana stimulus pembuatan ogoh-ogoh Rp5 juta kepada Seka Teruna Teruni (STT) yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Kebudayaan nampaknya masih belum berjalan optimal. Lantaran hingga akhir Januari 2026, tercatat hanya 152 dari 481 STT di Kabupaten Klungkung yang mengajukan usulan.
Menindaklanjuti kondisi ini, Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung I Wayan Suteja mengatakan, Minggu (1/2/2026) menyampaikan waktu pendaftaran atau pengajuan usulan akan diperpanjang hingga tanggal 13 Februari 2026. Namun, kata Suteja perpanjangan waktu pendaftaran ini tentunya akan berdampak pada proses pencairan dana.
Mulanya pencairan dana stimulus dijadwalkan akan dicairkan pada akhir bulan Februari, tetapi karena pendaftaran diperpanjang, maka pencairan baru dapat dialurkan akhir Februari 2026 atau awal Maret 2026 mendatang. "Kalau sampai tanggal 13 Februari 2026 masih minim pendaftar, kami cairkan saja yang sudah mendaftar saja," ujarnya.
Lebih lanjut mengenai penyebab minimnya STT yang mendaftar, Suteja belum dapat memastikan. Mengingat, selama ini sosialisasi sudah dilakukan secara masif. Tidak hanya melalui bendesa, tetapi juga melibatkan para Yowana Gema Santi dan antar anggota STT. "Melalui pertemanan juga, STT kan saling kontak dengan STT lainnya. Tapi kenapa masih minim, nanti tentu akan kami evaluasi lagi," imbuh Suteja.
Untuk diketahui, Dinas Kebudayaan menyiapkan anggaran Rp2,4 Miliar lebih untuk program dana stimulus ogoh-ogoh. Tidak ada kriteria ogoh-ogoh secara khusus, STT hanya perlu menyampaikan usulan ke Bupati secara online dan ada RABnya. Terakhir, setelah bantuan Rp5 juta dicairkan, maka STT wajib membuat laporan pertanggungjawaban dalam bentuk belanja jasa.
Dengan adanya stimulus ini, Suteja berharap, semangat generasi muda untuk melestarikan seni dan budaya semakin berkobar. Demikian juga dengan semangat bergotong-royong. Bukan sebaliknya, generasi muda justru tumbuh menjadi kaum individu, kalaupun berkumpul justru sibuk dengan hp masing-masing. W-019










