Banyak Masyarakat Denpasar Belum Paham Soal PKM

DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang diterapkan mulai Jumat (15/5/2020) oleh pemerintah Kota Denpasar membuat sebagian besar masyarakat bingung. Banyak warga Denpasar maupun luar Denpasar yang masih belum mengetahui soal PKM termasuk terkait aturan dan sanksinya.

 

 

 

Pada dasarnya, kebijakan ini diterbitkan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) di Denpasar. Selain itu, kebijakan ini dibuat karena masih banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah. Masyarakat belum disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti social distancing dan physical distancing. Selain itu, Pemkot Denpasar juga melihat banyak warga yang tak mengeluarkan masker saat keluar rumah.

 

Terlepas dari itu, masyarakat cenderung merasa khawatir dengan kebijakan tersebut karena dinilai cukup membatasi gerak masyarakat khususnya masyarakat yang berada di luar Denpasar tetapi bekerja di Kota Denpasar atau sebaliknya.

 

Salah seorang karyawan swasta asal Badung yang bekerja di Denpasar, Made Wisnu Wardhana mengatakan, pihaknya masih bingung dan belum paham terkait penerapan PKM tersebut. Ia merasa kebijakan tersebut terkesan mendadak dan surat yang harus disiapkan jika harus ke Denpasar cukup menguras waktu.

 

"Saya pribadi mengapresiasi kebijakan tersebut dalam upaya memerangi dan memutus rantai penyebaran virus Corona. Namun, kalau kebijakan ini mendadak tentu akan menyulitkan masyarakat itu sendiri, terlebih harus menyiapkan surat keterangan bila harus ke Denpasar. Itu butuh waktu karena pasti banyak warga yang akan antri membuatnya," ungkapnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top