Bangun BUMD Sehat dan Berdaya Saing, Arya Wibawa Tekankan Pwnguatan Tata Kelola Perusahaan dan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma

1000500608
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri evaluasi Tata Kelola Perusahaan dan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Jumat (21/8). (HumasDps)

DENPASAR-fajarbali.com | Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah terus berkomitmen memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar semakin sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta adopsi best practice tata kelola BUMD modern pada tiga Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Denpasar, yang kali ini dilaksanakan di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (PD Parkir), Jumat (21/8). Di hari yang sama, juga dilaksanakan di Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

Evaluasi ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IB. Alit Adhi Merta disambut Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa mengatakan, tiga entitas BUMD yang menjadi fokus utama penguatan ini adalah Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Layanan Parkir), dan Perumda Pasar Sewakadarma.

Transformasi ini dirancang agar BUMD mampu menyelaraskan peran ganda sebagai penyedia pelayanan publik yang berkualitas sekaligus penggerak perekonomian daerah yang berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan GCG dinilai sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Pemkot Denpasar menekankan kejelasan peran dan hubungan kerja pada tiga organ utama BUMD guna meminimalkan potensi konflik kepentingan yakni Pemilik Modal (KPM) yang Diwakili oleh Walikota Denpasar yang berwenang menetapkan arah kebijakan, target kinerja, serta pengawasan strategis.

Kemudian Dewan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan independen serta memberikan nasihat kepada Direksi, dan Direksi yang bertugas mengurus operasional BUMD secara profesional untuk kepentingan perusahan dan pelayanan masyarakat.

Penerapan GCG di Kota Denpasar berlandaskan enam prinsip utama: Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Kemandirian, Kewajaran (Fairness), dan Pertanggungjawaban (Responsibility). "Dengan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten, didukung kepemimpinan yang profesional serta pengawasan yang efektif, BUMD akan mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Pengetahuan PHBS, Dinkes Bali dan Klungkung Gelar Pelatihan PKP

Untuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Smart Mobility) terdapat beberapa hal yang digarisbawahi. Yakni, mengakselerasi digitalisasi seluruh titik parkir, menerapkan pembayaran non-tunai (cashless/QRIS) untuk mencegah kebocoran pendapatan, serta mengintegrasikan ekosistem transportasi kota (park & ride, parkir gedung, dan kawasan).

Dalam merumuskan langkah perbaikan, Kota Denpasar memetik pelajaran (lesson learned) dari kesuksesan BUMD peraih TOP BUMD Awards 2025, seperti Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu Indramayu, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya DKI Jakarta.

Kunci sukses dari BUMD terbaik tersebut mencakup konsistensi GCG, digitalisasi layanan pelanggan, efisiensi operasional, peningkatan kompetensi SDM, serta inovasi pengembangan bisnis.

Tahapan Roadmap Transformasi 3 Tahun
Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program, Pemkot Denpasar menyusun peta jalan (roadmap) penguatan BUMD. Yakni 0 – 100 Hari (Diagnosis), Audit kesehatan BUMD, pemetaan aset, bisnis, SDM, dan risiko, serta penetapan KPI awal. Kemudian 1 Tahun (Transformasi), Digitalisasi proses dan layanan, efisiensi biaya, perbaikan SOP, serta penguatan budaya kerja. Dan 2 – 3 Tahun (Ekspansi), Scale-up unit bisnis baru, perluasan kemitraan investasi, serta integrasi digital penuh untuk peningkatan PAD.

Seluruh progres transformasi ini akan dipantau secara berkala melalui BUMD Performance Management System (Dashboard Terintegrasi) yang mencakup indikator Keuangan, Operasional, Pelayanan, Manajemen Risiko, dan Transformasi Digital.

Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Walikota dan Wakil Wali Kota Denpasar, khususnya dalam pembenahan organisasi, penguatan sistem kinerja, penataan pengelolaan pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Untuk itu Perumda Bhukti Praja Sewakadharma (BPS) Kota Denpasar menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan pelayanan bagi ratusan petugas juru parkir (jukir) di wilayah Kota Denpasar.

BACA JUGA:  Pengurus DPC AAI ON Denpasar 2023-2028 Dilantik. Kode Etik Harga Mati

Sangat penting peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor jasa parkir. Pelayanan yang prima dan humanis menjadi kunci utama dalam membangun citra positif serta kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola parkir di Kota Denpasar. “Melalui kegiatan pembinaan berkala ini, Perumda BPS Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme para petugas parkir guna mendukung kenyamanan ketertiban lalu lintas serta optimalisasi pendapatan daerah”, ungkapnya. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top