Bali Ocean Days Bakal Kupas Tuntas Konservasi Laut Untuk Pengembangan Ekonomi Biru

Ocean

Konferensi dua hari ini menghadirkan 30 pembicara terkemuka dari Indonesia dan internasional dengan berbagai latar belakang dan disiplin ilmu termasuk pejabat pemerintah, lembaga keuangan, LSM, pemangku kepentingan dan akademisi ekonomi berkelanjutan. Mereka akan berbagi pendapat mengenai tantangan yang dihadapi, menyajikan kebijakan dan solusi, serta berdiskusi sinergi dan proyek jangka panjang di hadapan publik.

Hari pertama akan menyoroti Tata Kelola dan Pembangunan Ekonomi Biru Indonesia, Ekowisata dan Pelestarian Terumbu Karang dan Keanekaragaman Hayati Laut. Lanjutkan dengan hari kedua yang membahas Pengolahan Sampah dan Pengurangan Polusi Plastik Laut, Perikanan Berkelanjutan dan Perlindungan Spesies Terancam Punah, Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Mangrove dan Lamun, dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Edukasi Konservasi Laut.

Para pembicara di antaranya, Jodi Mahardi (Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi), Vivi Yulaswati (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional), Sigit Reliantoro (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Nyoman Radiarta (Kementerian Kelautan dan Perikanan); perwakilan dari badan internasional, Muhammad Didi Hardiana (United Nations Development Program), Anka Farita (Bank Dunia Indonesia), Nico Barito (Utusan Khusus Republik Seychelles); Pakar konservasi yang menghadirkan Rili Djohani (Coral Triangle Center), Imam Musthofa Zainudin (WWF Indonesia), Mark Erdmann (Conservation International) ditambah suara-suara akademis penting seperti Prof. Luky Adrianto (IPB University), Dr. Benjamin Michael Brown (Australian Institute of Marine Science) dan Mas Achmad Santosa, selaku ahli hukum pendiri Indonesian Ocean Justice Initiative (IOJI). Prof. Emil Salim, ekonom terkemuka, mantan menteri dan pelopor kebijakan dan advokasi lingkungan hidup di Indonesia akan menyampaikan pidato pada konferensi tersebut secara online. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top