Dengan semangat itu, summit ini tidak hanya berbicara tentang teknologi, tetapi juga tentang masa depan bersama yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain menjadi forum diskusi, kehadiran sponsor dan mitra juga punya peran penting. Partisipasi mereka bukan hanya soal eksposur, tapi juga sebuah pemyataan komitmen: bahwa mereka ikut serta membangun kepercayaan digital Indonesia dan mendorong transformasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Denpasar, BKRAF Denpasar, dan berbagai pemangky kepentingan blockchain di Indonesia, Bali Blockchain Summit 2025 diharapkan bukan hanya menjadi pertemuan teknologi, melainkan juga sebuah gerakan menuju ekosistem digital yang lebih aman, terbuka, dan berpihak pada keberlanjutan.
Ketua Penyelenggara BBS 2025, I Gede Putu Rahman Desyanta, kepada awak media, di Denpasar, Sabtu (27/9), mengatakan, BBS 2025 hadir untuk mengajak publik melihat blockchain bukan sekadar teknologi finansial, melainkan fondasi penting dalam membangun masa depan digital yang lebih aman, transparan, dan berkelanjutan.
"Sejak pertama kali digelar pada 2023, BBS telah tumbuh menjadi ruang tahunan bagi komunitas global yang percaya blockchain dapat membawa dampak nyata bagi masyarakat," ujar Anta, sapaannya.
“Tahun ini, lebih dari 3.000 peserta diperkirakan hadir. Mereka akan mengikuti beragam agenda, mulai dari konferensi, diskusi panel, pameran teknologi, hingga sesi networking yang mempertemukan pengambil kebijakan dan pemimpin industri,” jelasnya.










