Bale Sakanem Portabel, Lebih Laris dari Tenda

Lanjut Kardi, ada perbedaan sistem sewa bale sakanem dengan tenda. Jika tenda diantar dan dipasang sendiri oleh penyedia jasa, sedangkan bale sakanem sebaliknya.

Si pemesan harus mengambil dan memasang sendiri bale tersebut. Kardi menuturkan, cara memasangnya sangat gampang. Sekalipun bukan tukang bangunan, pasti bisa karena sudah ada kode tertentu di setiap tiang.

"Jadi tinggal ngikutin tanda-tanda setelannya. Tinggal masukin," jelasnya. Begitu pun atapnya dari seng. Sangat mudah dipasang. "Tinggal buka gulungan seng, lalu cleb, lembar demi lembar pasang di atas," katanya.

Jika sudah selesai, pengguna jasa juga wajib mengembalikan bale yang telah dibongkar tersebut ke tempat pemiliknya.

Dalam sebuah acara, menurut Kardi, setidaknya diperlukan empat buah bale sakenem. Pasalnya, bale sakenem ini tidak hanya digunakan menerima tamu, tapi tempat untuk 'mebat' atau mengolah bumbu masakan.

Seiring berjalannya waktu, Kardi menuturkan, semakin banyak kelompok warga yang membuat bale sakanem untuk kebutuhan anggotanya, seperti keluarga besarnya sendiri.

Kardi merupakan generasi keempat perantauan asal Desa Pidpid, Kabupaten Karangasem. Pasangan kakek-nenek buyutnya itu telah menghasilkan keturunan hingga menjadi keluarga besar saat ini.

Karenanya, keluarga besar Kardi bakal terus membuat bale sakanem untuk mengantisipasi acara keluarga besar yang berbenturan.

"Sekarang kami baru punya dua bale. Siapa tahu ke depan acaranya bisa berbarengan antar-keluarga, makanya perlu disiapkan, antisipasi," pungkas Kardi. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top