BANGLI – sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Jasa sewa Bale Sakanem memiliki prospek yang cerah, tak kalah dengan bisnis persewaan tenda modern. Dari etimologinya, bale sakanem berarti sebuah bangunan dengan enam tiang.
Disebut portabel, karena bangunan berukuran 4,2 X 2,1 dengan tinggi tiang 2,8 meter ini bisa dipindah-pindah sesuai lokasi si empunya hajatan. Bale sakanem ini pun sanggup menampung maksimal 50 orang.
Salah satu desa yang memanfaatkan bale sakanem hingga kini yakni Desa Kuwum, Sukawana, Kintamani, Bangli. Seorang warga setempat, I Wayan Kardi menceritakan, bale sakanem tersebut terinspirasi dari desa tentangga, Belantih, Kecamatan Kintamani.
Ditemui di sela persiapan pemakaman ibunya, Jumat (11/3/2022), Kardi mengaku sangat terbantu dengan dua buah bale sakanem. Apalagi rumahnya sangat kecil, tidak sanggup menampung ratusan pelayat yang notabene satu warga desa adat ditambah keluarga serta koleganya yang datang dari luar desa.
Namun Kardi tidak menyewa bale sakanem. Bale yang ia gunakan adalah milik kelompoknya yang masih lingkaran keluarga besar. "Jika nyewa, perhari bisa 30 sampai 100 ribu per hari. Tergantung ukurannnya," jelas Kardi.
Ia menambahkan, warga Desa Kuwum memang cenderung memilih bale sakanem ketimbang tenda saat punya kegiatan upacara adat keagamaan termasuk kematian.
Selain lebih murah, para tamu merasa lebih nyaman duduk di bale sakanem, apalagi pas musim hujan. "Kalau pakai bale, itu diduknya di atas. Di sini (Kintamani) kan dingin. Nah, pas musim hujan pun tetap nyaman duduk di bale," imbuh dia.










