Selain itu, Pulau Dewata juga sudah sangat dikenal sebagai daerah yang ramah untuk berbagai kegiataan dunia. Komisioner Yusak menekankan perpaduan antara pembahasan di dalam ruangan dan penanaman bakau diharapkan dapat menambah pengalaman bagi delegasi.
Dia menegaskan pemilihan penanaman bakau tersebut juga didasarkan pertimbangan bahwa ekosistem bakau sangat dibutuhkan di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lempeng tektonik yang berpotensi menyebabkan gempa dan tsunami, keberadaan ekosistem bakau sangat vital bagi masyarakat pesisir. Pemahaman inilah yang hendak diberikan kepada delegasi dari negara-negara lain.
“Kami ingin mendorong melalui pertemuan ini Bala Keselamatan juga berupaya menunjukkan bukti bahwa Indonesia turut menjaga ekosistem sebagai negara kepulauan yang sangat luas,” jelasnya.
Ditegaskan olehnya, Bala Keselamatan merupakan organisasi yang sudah sangat lama dan melayani 134 negara sehingga kepedulian terhadap lingkungan sangat penting. Bala Keselamatan (Salvation Army) adalah salah satu denominasi di kalangan Gereja Protestan yang terkenal dengan pelayanan sosialnya. Bala Keselamatan memulai pelayanannya di Indonesia (Jawa) pada tahun 1894. Kemudian berkembang ke Ambon, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi, Sumatera, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.










