Baksos FH UNR di SMA Anugrah Denpasar, Gandeng Ditressiber Polda Bali Beri Pencerahan Bijak Bermedsos

IMG-20260422-WA0001
Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) kembali menunaikan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat berupa bakti sosial (baksos) bertempat di SMA Kristen Global Tourism Anugrah Jl. Diponegoro 170/190 Denpasar, Selasa (21/4/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) kembali menunaikan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat berupa bakti sosial (baksos) bertempat di SMA Kristen Global Tourism Anugrah Jl. Diponegoro 170/190 Denpasar, Selasa (21/4/2026).

Baksos kali ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Dekan FH UNR dengan Kepala SMA Anugrah, penyerahan bantuan alat kebersihan, edukasi bijak bermedsos oleh Subdit III Ditressiber Polda Bali, serta pengenalan FH UNR kepada murid SMA Anugerah.

Dekan FH UNR Dr. Cokorda Gede Swetasoma, SH., MH., memaparkan, baksos tersebut sekaligus memperkenalkan FH UNR yang mana program studi hukumnya telah meraih Akreditasi Unggul berdasarkan SK BAN-PT No. 3719/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/IV/2024, yang berlaku sejak April 2024.

"Ini sekaligus informasi penting juga bagi anak-anak SMA yang sebentar lagi melanjutkan ke perguruan tinggi, harus mengecek dulu status akreditasi program studi atau institusi sebelum memilih. Ini sangat penting sebagai informasi awal bagi calon mahasiswa," jelas Cokorda Swetasoma.

Akreditasi menurutnya, menjadi penting sebagai jaminan kualitas. Dengan level akreditasi Unggul juga memutus dikotomi antara perguruan tinggi negeri dengan swasta. Karena sekali lagi yang dilihat oleh pengguna lulusan adalah akreditasi tempatnya kuliah.

Cokorda Swetasoma melanjutkan bahwa kuliah di fakultas hukum bukan sekadar menghafal pasal. Mindset ini perlu diluruskan. Ia memastikan seorang sarjana hukum bisa bekerja di mana saja karena setiap perusahaan memerlukan sumber daya manusia di bidang hukum. Selain itu ada peluang besar berwiraswasta sebagai advokat, konsultan bahkan notaris jika melanjutkan pendidikan.

"Kalau lulusan kami sudah banyak sekali menjadi penegak hukum. Ada polisi, jaksa, pegawai negeri dan sebagainya. Jadi adik-adik jangan khawatir dan ragu memilih melanjutkan di Fakultas Hukum UNR," ujarnya.

BACA JUGA:  Cetak Talenta Digital Melalui "Waktunya START Academy", ITB STIKOM Bali Gandeng TikTok Shop dan Tokopedia

Sesi edukasi "Bijak Bersosmed, Tegas Berhukum: Lindungi Dirimu dari Jerat Cyber Crime" dibuka oleh Kasubdit III Ditressiber Polda Bali AKBP I Made Joni Antara Putra, SH., MH., dengan narasumber I Putu Eka Prianata, SH., MH.

Joni pun mendukung murid SMA Anugrah melanjutkan kuliah bidang ilmu hukum bagi yang tertarik menjadi polisi seperti dirinya. Joni sendiri menceritakan pengalamannya mendaftar calon polisi dengan memakai gelar sarjana hukum sehingga langsung berpangkat IPDA setelah lolos menjadi anggota Polri.

"Banyak posisi di kepolisian yang dicari sekarang spesialisasisasi. Contohnya spesialisasi komputer. Ini peluang besar bagi adik-adik termasuk di SMK untuk spesialisainya," kata Joni.

Joni berharap murid-murid SMA Anugrah mendapatkan pencerahan mengenai media sosial (medsos) setelah kegiatan ini, sehingga tidak ada seorangpun yang menjadi korban atau pelaku kejahatan silber.

Sementara itu, narasumber Eka Prianata menyajikan materi dengan interaktif yang tidak hanya menarik perhatian murid tapi juga guru. Materi dibawakan secara santai, menggunakan bahasa-bahasa kekinian yang mudah dicerna anak remaja.

Eka Prianata mengingatkan, anak-anak seusia SMP/SMA merupakan target empuk para pelaku kejahatan siber karena paling intens berselancar di medsos termasuk bermain game online.

"Biasanya modus [pelaku] berpura-pura seumuran dengan calon korban. Dia pakai foto profil biar kelihatan sebaya. Jadi mohon hati-hati. Jangan ragu blokir akun-akun enggak jelas yang minta pertemanan di medsos," pesan Eka Prianata.

Medsos, lanjut dia, juga dijadikan alat menyebar informasi hoak yang berpotensi membikin kegaduhan. Selain itu, dampak negatif game online dari sisi psikologis perlu diwaspadai.

"Kan banyak itu game online yang berisi kekerasan. Ada juga yang mengharuskan top up dana untuk naik level. Hati-hati. Nanti jatuhnya ke judi, bisa ke pinjol, enggak bisa bayar berurusan dengan debt kolektor. Repot nanti adik-adik. Jangan sampai gitu," tegas Eka Prianata.

BACA JUGA:  Prodi Farmasi FMIPA Unud Gelar Kuliah Tamu Seminar Literasi Keuangan

Hal paling sederhana yang sering dijumpai sehari-hari pun tak luput dari pembahasannya. Misalnya menggunakan wajah teman sebagai stiker di aplikasi WhatsApp. Jika korbannya keberatan dan melapor, pelakunya bisa terjerat UU ITE. Pihaknya pun menyarankan agar setiap warga yang merasa dirugikan di dunia maya, tidak ragu menghubungi Ditressiber Polda Bali melalui akun medsos resminya.

Dengan teknologi yang dimiliki, pihaknya meyakinkan dapat mengungkap jejak digital meski telah dihapus oleh yang bersangkutan. Ia mewanti-wanti menyarankan agar warga sekolah Anugrah tidak mengumbar data pribadi di medsos, seperti nama lengkap, alamat rumah, nama orang tua dan sebagainya karena berpotensi disalahgunakan.

"Silakan adik-adik main game dan bermedsos karena memang dibuat untuk hiburan. Tapi waspada. Ingat keseimbangan dunia maya dan nyata. Percuma kan punya pengikut banyak tapi di sekolah enggak punya teman. Kalau ada perlu kan yang nolongin pertama pasti teman di sekolah," ucapnya.

Kepala SMA Anugrah Ni Made Yulianti mengapresiasi baksos FH UNR karena sangat bermanfaat bagi murid dan guru. Sebab setiap orang saat ini dipastikan memiliki akun medsos.

"Kecanggihan teknologi harus dibarengi dengan kecerdasan manusia. Ini bangus sekali dimulai sejak dini, sejak di bangku sekolah," ucapnya, sembari menginginkan kolaborasi dengan FH UNR berkesinambungan.

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top