Lulusan FH UNR Duduki Jabatan Strategis di Instansinya. Tahun ini Lahirkan 182 Sarjana

Tak ketinggalan, FH UNR juga telah menjalin kerjasama dengan PTS untuk menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini dilakukan untuk nemastikan lulusan memiliki skill yang cukup ketika sudah menamatkan pendidikan.

Dekan FH UNR Dr. I Wayan Putu Sucana Aryana, SE., SH , MH., memimpin Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-40, Jumat (30/9/2022) di Prama Hotel and Convention Center.

 

DENPASAR – fajarbali.com | Kualitas Sarjana Hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai (FH UNR) telah diakui para stakeholder. Yang menjadi tolok ukurnya, sebagian besar lulusannya menduduki jabatan strategis di instansi atau tempat mengabdi masing-masing.

Hal itu dikatakan Dekan FH UNR Dr. I Wayan Putu Sucana Aryana, SE., SH , MH., di sela Yudisium dan pelepasan sarjana ke-40, Jumat (30/9/2022) di Prama Hotel and Convention Center. Tahun ini, pihaknya melepas 182 calon wisudawan sehingga total alumni menjadi 3.299 orang.

Yang tak kalah menarik, kata Dekan Sucana, pihaknya berhasil mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu, bahkan kurang dari 4 tahun, dengan presentase sebesar 98,3 persen dan hanya 1,7 persen lulusan yang menyelesaikan studi lebih dari 4 tahun.

Sucana yang didampingi Wakil Dekan Dr. Cokorda Gde Swetasoma, SH., MH., dan Kaprodi Ilmu Hukum Dr. I Made Artana, SH., MH., menyadari, di era digital yang semakin maju, semakin banyak tuntutan dan tantangan terhadap lulusan terutama terkait soft skill dan hard skill yang senantiasa diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sehingga kami pun selalu berupaya untuk memenuhi tuntutan terhadap peningkatan mutu kelulusan sarjana hukum agar senantiasa menjadi sarjana hukum yang berkualitas, profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Setelah dinyatakan lulus, Sucana menyerahkan penilaian kepada masyarakat untuk membuktikan apakah sumber daya manusia yang dihasilkannya mempunyai daya saing dan turut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara.

“Kami juga sangat bangga bahwa alumni kami telah dipercaya sebagai lulusan yang berkualitas, profesional dan berintegritas. Hal ini terbukti secara nyata mengingat lulusan FH UNR banyak menempati posisi strategis di instansi – instansi pemerintahan, penegak hukum maupun instansi swasta. Terlebih kami telah membuktikan bahwa lulusan FH UNR mampu untuk bersaing dalam dunia kerja maupun bermanfaat dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Tak ketinggalan, FH UNR juga telah menjalin kerjasama dengan PTS untuk menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini dilakukan untuk nemastikan lulusan memiliki skill yang cukup ketika sudah menamatkan pendidikan.

Selain itu juga bekerja sama dengan lembaga negara seperti Kejaksaan, Kehakiman untuk implementasi ilmu – ilmu hukum. Dengan demikian, FH UNR menjamin kualitas lulusannya tak kalah dengan PTN atau PTS lain.

Dalam upacara akademik tersebut, FH UNR mengumumkan lulusan terbaiknya dengan IPK 3,91, lulusan terbaik II dengan IPK 3,89 dan lulusan terbaik III dengan IPK 3,80.

Rektor UNR Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum., berpendapat, FH UNR adalah salah satu fakultas spesial yang dimiliki Kampus Perjuangan. Spesial di sini bukan saja soal akreditasi A yang disandang program studinya, tetapi komitmen dekan dan jajarannya untuk berinovasi sehingga sukses mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Di FH UNR, kata rektor, juga banyak terdapat dosen-dosen muda berbakat. Kemampuan mereka diharapkan bisa menjawab tantangan di bidang penguasaan teknologi informasi di bidang hukum.

Ia juga mengapresiasi dua doktor baru di FH UNR yang menjadi tambahan amunisi fakultas. “Kami mendorong dosen-dosen muda untuk segera berproses ke arah doktor,” harap Tirka, sembari mengucapkan selamat kepada yudisiawan/i dan keluarganya.

Ketua Yayasan Jagadhita Denpasar Dr. Drs. AA Gde Raka, M.Si., mengajak lulusan FH UNR yang notabene baru bergelar S1 segera melanjutkan pendidikan ke Magister Hukum pada Program Pascasarjana UNR.

“Jadi tidak perlu ke mana-mana lagi. Tidak perlu bingung nyari S2 yang linier karena kita sudah punya. Soal biaya tentunya terjangkau,” kata AA Gde Raka.

Ia berpendapat, di era yang semakin berkembang ke depan, gelar sarjana tidaklah cukup. Untuk itu, kata dia, yayasan berusaha mengembangkan berbagai prodi untuk menampung input dari UNR maupun masyarakat luas. (Gde)

Next Post

Implementasi MBKM, ITB Stikom Bali Terima 53 Mahasiswa Seluruh Indonesia

Sab Okt 1 , 2022
Program PMM ini menurut Dadang sangat bagus untuk diterapkan, namun ia menyayangkan kouta yang diberikan pemerintah terbatas sehingga perlu digali lagi alternatif lain supaya bisa lebih banyak mengakomodir pertukaran mahasiswa. Dadang mengajak jajarannya untuk memikirkan hal ini.
PMM ITB Stikom 2-a3d5f511