Rahmadi menegaskan, kelancaran lalu lintas menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pariwisata Badung. Menurutnya, kenyamanan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh destinasi, tetapi juga aksesibilitas dan mobilitas yang lancar.
“Kalau menuju Pecatu atau Uluwatu terus macet, tentu menyita waktu dan membuat tidak nyaman. Sesuai arahan pimpinan, pariwisata harus berkualitas dan nyaman. Karena itu kemacetan harus kita urai agar membawa kenyamanan dan kemakmuran bagi masyarakat,” katanya.
Setelah Pecatu, rekayasa lalu lintas serupa juga direncanakan menyasar kawasan Canggu yang saat ini mengalami persoalan kepadatan kendaraan cukup tinggi.
“Nanti rencananya ke Canggu. Kita coba urai satu per satu secara bertahap. Ini program jangka pendek, sementara jangka panjangnya nanti ada pembukaan jalan baru,” ungkapnya.
Dishub Badung juga menyiapkan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan, kepala lingkungan hingga media sosial agar penerapan rekayasa lalu lintas dapat dipahami dan berjalan efektif.
“Kita akan sampaikan kepada camat, kepala lingkungan, dibantu media sosial, dan juga secara formal bersurat ke masing-masing pimpinan wilayah,” tandasnya.W-004










