"Target kami adalah mewujudkan Badung mandiri dalam pengelolaan sampah. Seluruh sektor harus bergerak bersama, mulai dari rumah tangga, desa, sekolah, pasar, HOREKA, kawasan pariwisata, hingga pelaku usaha. Semakin besar sampah yang dapat dikelola dari sumbernya, semakin kecil residu yang berakhir di TPA," kata Kepala DLHK.
Partisipasi masyarakat juga terus diperluas melalui 207 bank sampah aktif, pembinaan terhadap 662 satuan pendidikan dengan 99.250 siswa, serta perluasan pengelolaan sampah di sektor perdagangan, HOREKA, pariwisata, industri kecil dan menengah, dan perkantoran. Pada sektor perdagangan, 21 dari 54 pasar rakyat serta 327 dari 1.473 toko swalayan dan modern telah menerapkan pemilahan sampah secara berkala demi keberlanjutan. Untuk mempercepat target, pemerintah daerah terus mengoptimalkan sinergitas seluruh elemen demi lingkungan Badung yang bersih, hijau, berkelanjutan, dan sejahtera bagi generasi mendatang.W-004










