Astungkara, Dua Pasien Covid-19 Di Bangli Sembuh Pasca Dipindahkan Lagi, Bangli Siagakan Petugas Jaga 24 Jam Bagi PMI

BANGLI – fajarbali.com | Kabar cukup menggembirakan akhirnya datang dari perkembangan covid-19 di Kabupaten Bangli. Belakangan ada dua  pasien yang positif corona dinyatakan sembuh. “Astungkara dari jumlah kasus positif covid-19 sebanyak 18. Saat ini, 15 masih dirawat dan 3 orang telah dinyatakan sembuh,” ungkap Juru Bicara  Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli, I Wayan Dirgayusa, Senin (20/4/2020).

 

Tiga pasien Covid-19 yang sembuh tersebut, masing-masing dari Tembuku 1, Bangli 1 dan Susut 1 orang. Sementara untuk data perkembangan jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bangli tercatat sebanyak 989 orang. “Rinciannya 867 sebelum tanggal 15 April 2020 yang menjalani karantina mandiri, dan 126 yang dikarantina pemkab Bangli di hotel,” sebutnya.

Dijelaskan juga, terkait persoalan adanya penolakan dari desa adat Legian, Badung terkait karantina para PMI asal Bangli tersebut, Pemkab Bangli telah melakukan pemindahan lokasi karantina. Mereka pada Minggu (19/4/2020) malam, telah dipindahkan dari hotel di kawasan Legian ke salah satu hotel di Kawasan desa Adat Kuta, Badung. Berkaca dari pengalaman itu, Bupati Bangli telah melakukan pertemuan dengan pihak prajuru Desa Adat Kuta. “Hasilnya, pihak mereka (prajuru Desa Kuta) mengizinkan PMI kami (Bangli) untuk dikarantina di Kuta dengan menggunakan salah satu hotel yang ada di Kuta dengan syarat keberadaan PMI menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari kabupaten. Seperti petugas jaga, tenaga kesehatan, dan lainnya selama 24 jam,”ungkapnya.

Kapasitas hotel yang sekarang, lanjut Dirgayusa, adalah memiliki 135 kamar. Dengan jumlah PMI yang saat ini mencapai 126 orang. “Belum ada sih info soal kedatangan lagi PMI Bangli. Mungkin masih ada yang datang tapi jumlahnya tak terlalu banyak, mungkin hitungan belasan. Dan itu (hotel) cukup menampung. Kan satu kamar bisa dua orang,”upapnya.

Terkait hal itu, mantan Camat Kintamani menegaskan sedari awal dikarantina, dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli sudah menyiagakan petugas. Yakni, dua personel dari kepolisian, dua personel dari Satpol PP, dua personel dari TNI dan tiga orang petugas medis. “Itu sudah kami lakukan kok dari awal. Mereka bertugas 24 jam secara bergiliran,”tegasnya.

Disinggung adanya oknum PMI yang dikabarkan tak disiplin selama di karantina hingga loncat tembok hotel yang menjadi buntut keberatan warga Legian, Dirgayusa membantahnya. Sebab, setelah dilakukan kroscek, PMI yang tak disiplin tersebut nyatanya bukan asal Bangli. “Sebagaimana info yang beredar, lokasi hotel karantina PMI Bangli dengan PMI yang dikabarkan loncat tembok itu berbeda. Hotelnya saja sudah beda,”terangnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku tak ingin memperpanjang terkait tudingan miring terhadap PMI Bangli tersebut. (arw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Dampak Corona, Pedagang Pasar Seni Kuta Terancam Kehilangan Mata Pencaharian

Sen Apr 20 , 2020
MANGUPURA – fajarbali.com | Sebagai salah tujuan pariwisata dunia, Bali khususnya Kuta tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun domestik untuk menghabiskan waktunya berlibur atau hanya sekedar membuat suatu event. Selain dikenal dengan keindahan pantainya, Kuta juga dikenal dengan pasar seninya.