DENPASAR-fajarbali.com | Fenomena konvoi supporter pelajar saat menuju kompetisi bola basket antarsekolah sering kali diwarnai euforia berlebihan yang mengabaikan keselamatan berkendara. Aksi berkendara rombongan tanpa mengindahkan safety riding ini berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain.
Menanggapi risiko tersebut, Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosept Klaudius, menegaskan bahwa euforia kelompok yang tidak terkontrol saat konvoi kerap membuat pelajar lupa akan aturan lalu lintas. Dorongan ingin cepat sampai, ugal-ugalan, hingga abai menggunakan perlengkapan keselamatan standar seperti helm dan jaket menjadi ancaman nyata di jalan raya.
Astra Motor Bali menyoroti beberapa bahaya utama dari aksi konvoi supporter yang tidak tertib:
- Penyebab Utama Kecelakaan: Mengabaikan penggunaan helm berstandar dan jaket meningkatkan risiko cedera fatal saat terjadi benturan.
- Kehilangan Fokus Akibat Terbawa Suasana: Sorak-sorai atau euforia kelompok di atas motor sering mengalihkan konsentrasi pengendara dari kondisi lalu lintas sekitar.
- Melanggar Aturan demi Efisiensi Rombongan: Keinginan untuk terus bersama dalam rombongan kerap memicu aksi menerobos lampu merah, tidak mematuhi rambu, dan memblokir jalan.
Yosept mengingatkan bahwa menjadi supporter yang bertanggung jawab tidak hanya diuji lewat semangat di tribun, tetapi juga melalui kepatuhan di jalan raya. "Pelajar diimbau untuk tidak mengorbankan keselamatan diri sendiri maupun orang lain hanya demi luapan euforia sesaat. Rasa kepedulian di jalan harus tetap diutamakan agar seluruh supporter dapat kembali ke rumah dengan selamat melalui semangat #Cari_Aman," tegasnya. (M-001)










