Representasi masa depan hadir melalui sosok Muhammad Badly Ayatullah. Sebagai lulusan AHRS 2023, Badly akan menjalani debutnya sebagai rookie di kelas AP250 ARRC dan Moto4 Asia Cup. Dengan rendah hati, Badly mengungkapkan bahwa setiap lap di lintasan adalah ruang belajar. “Saya bertekad menjadikan musim 2026 sebagai ajang pembuktian bahwa talenta muda Indonesia memiliki akselerasi kemampuan yang patut diperhitungkan di kancah Asia,” ungkapnya.
Langkah berani juga diambil oleh M. Adenanta Putra yang naik kelas ke Asia Superbike 1000 (ASB1000). Mengandalkan performa gahar CBR1000RR-R, Adenanta yang dikenal dengan determinasi tingginya siap menghadapi tantangan fisik dan teknis di kelas motor "liter". Baginya, transisi dari SS600 ke ASB1000 adalah impian yang menjadi kenyataan. “Saya berpesan kepada para penggemar bahwa adaptasi cepat dan kerja keras tim adalah fondasi utama untuk meraih podium di kelas tertinggi Asia tersebut,” ujarnya.
Melengkapi skuad, Herjun Atna Firdaus menatap musim keduanya di kelas SS600 dengan ambisi besar. Setelah sukses menjadi juara AP250 pada 2024, Herjun mengaku telah memetik banyak pelajaran dari pengalaman tahun lalu di kelas 600cc. Pesan yang ia bawa adalah tentang pantang menyerah. “Saya menargetkan untuk lebih sering naik podium musim ini, sekaligus menjadikan setiap balapan sebagai tontonan yang menghibur dan membanggakan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” serunya.
Kunjungan ke Bali ini menjadi momentum penting bagi AHRT untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Para pembalap sepakat bahwa dukungan langsung dari penggemar adalah energi tambahan saat mereka memacu motor di lintasan. Melalui prestasi yang diraih, mereka berharap olahraga balap motor tidak hanya dipandang sebagai kompetisi kecepatan, tetapi juga sebagai industri hiburan positif yang mampu menyatukan semangat kebangsaan.










