Laurent menambahkan, AQUA telah mengembangkan inisiatif pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993, yang kemudian diperkuat melalui gerakan #BijakBerplastik pada 2018.
Ia mengungkap saat ini, AQUA bersama para mitra telah mengembangkan ekosistem pengumpulan dan daur ulang yang mencakup bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST, dan TPS3R di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui ekosistem tersebut, AQUA bersama para mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi, termasuk sebagai bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.
Di Bali, AQUA juga telah mengembangkan ekosistem daur ulang yang terintegrasi, mulai dari inovasi kemasan, penguatan sistem pengumpulan, hingga edukasi kepada masyarakat.
Baru-baru ini, bekerja sama dengan berbagai mitra dan komunitas lokal, AQUA turut mengembangkan kawasan Sanur sebagai area yang lebih berkelanjutan melalui penempatan model bisnis isi ulang untuk membantu mengurangi timbulan sampah kemasan, penyediaan tempat sampah terpilah (dropbox), serta Reverse Vending Machine (RVM) untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.
Bagi Citilink, kolaborasi ini sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus lebih bertanggung jawab.
Darsito Hendroseputro, Direktur Utama Citilink menilai, langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan.










