BULELENG-fajarbali.com | Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 memasuki tahap penting setelah DPRD dan Pemerintah Daerah melaksanakan rapat kerja yang berlangsung di Ruang Gabungan Komisi, Gedung DPRD Buleleng, Senin (24/11/2025). Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ketut Ngurah Arya dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Gede Suyasa beserta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Sebelum melaksanakan pembahasan bersama Eksekutif, DPRD terlebih dahulu menggelar pembahasan internal pada tempat yang sama. Pembahasan tersebut melibatkan para anggota DPRD yang tergabung dalam Gabungan Komisi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Buleleng, dengan agenda penyelarasan pandangan, analisis pos-pos anggaran, serta penegasan prioritas kebijakan yang akan dibawa dalam rapat dengan pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh catatan, masukan dan perhatian lintas komisi terakomodasi secara komprehensif. Dalam rapat bersama pemerintah daerah, disampaikan bahwa penyusunan APBD 2026 difokuskan pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), efisiensi belanja, dan penataan kelembagaan, sebagai respons atas menurunnya dana transfer dari Pemerintah Pusat maupun antar daerah.”Hasil pembahasan menunjukan penyesuaian struktur anggaran, di antaranya pendapatan daerah dirancang sebesar Rp2,60 triliun lebih, atau menurun 0,53% dari rancangan awal Rp2,61 triliun lebih. Belanja daerah dirancang sebesar Rp2,85 triliun lebih, atau menurun 0,49%, terutama akibat kebijakan efisiensi melalui penggabungan beberapa OPD untuk menekan biaya operasional. Pembiayaan daerah dirancang tetap, tidak berubah dari rancangan awal yaitu Rp234,1 miliar,”ucap lantang Sekda Kabupaten Buleleng Gede Suyasa.










