Anugerah Jurnalistik LamiPak 2026: Dorong Integrasi Program Susu Gratis dalam MBG demi Indonesia Emas 2045

d2a3d289-a4d2-479e-932c-32d1f381eac4
Managing Director PT Lami Packaging Indonesia Hongbiao Li (ketiga dari kiri) dan PR Manager PT Lami Packaging Indonesia, Ahmad Rizalmi (keempat dari kiri) saat menunjukkan contoh kemasan aseptik produk Lamipak di sela acara Konferensi Pers Anugerah Jurnalistik Lamipak 2026 di HO Lamipak Indonesia, Cikande, Serang, Banten, Selasa (20/1/2026). Foto: Lentera Communications.

Selain aspek distribusi, tantangan utama dalam program susu nasional adalah menjaga kualitas nutrisi agar tetap terjaga hingga ke tangan anak-anak di seluruh pelosok Nusantara. Di sinilah peran teknologi kemasan menjadi kunci.

Public Relations Manager PT Lami Packaging Indonesia, Ahmad Rizalmi, menjelaskan bahwa LamiPak Indonesia berkomitmen menyediakan solusi kemasan aseptik berkualitas tinggi yang mampu menjaga sterilitas susu tanpa memerlukan bahan pengawet.

“Logistik di Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tantangan suhu dan waktu. Kemasan aseptik LamiPak dirancang dengan teknologi perlindungan berlapis yang memastikan nutrisi susu tetap utuh meski didistribusikan ke wilayah pelosok tanpa rantai dingin (cold chain). Kami ingin memastikan bahwa 'Satu Kotak Susu' yang diterima anak-anak di daerah terpencil memiliki kualitas yang sama baiknya dengan di kota besar,” tutur Ahmad Rizalmi.

Dijelaskan juga, tujuan digelarnya acara ini untuk mendorong diskursus publik yang informatif dan berimbang mengenai isu gizi, distribusi susu, dan peran teknologi pengemasan dalam mendukung pemerataan akses nutrisi di Indonesia.

“Kami berharap, melalui karya jurnalistik yang berkualitas dan bertanggung jawab bisa menyediakan ruang bagi jurnalis untuk mengangkat isu nutrisi, keamanan pangan, dan keberlanjutan secara kontekstual dan faktual sehingga berdampak positif untuk pencapaian Indonesia Emas 2045,” jelas Ahmad Rizalmi.

Ia juga berharap, karya jurnalistik tersebut bisa memfasilitasi kolaborasi lintas pemangku kepentingan (industri, akademisi, asosisi, dan media) dalam membangun narasi publik yang konstruktif.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top