DENPASAR - sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Pandemi Virus Corona hingga saat ini belum diketahui sampai kapan akan berakhir. Pasalnya, penyebaran Virus Corona telah berimbas diberbagai sektor. Sektor yang paling terdampak adalah perekonomian hingga menyebabkan banyaknya pekerja yang dirumahkan.
Di Bali yang menggantungkan ekonominya dari sektor pariwisata, Bali seakan mendapat pukulan telak. Pasalnya, sejak merebaknya Virus Corona, kunjungan wisatawan ke Bali langsung menurun signifikan. Banyak pekerja yang dirumahkan (PHK), namun ada juga yang tetap bekerja namun gajinya dipotong 50 persen. Dikhawatirkan, apabila Bali tidak bisa memutus penyebaran Virus Corona, akan terjadi PHK besar-besaran.
Inilah yang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Anggota Komisi II DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana. Menurutnya, Pemprov Bali berbagai upaya susah dilakukan oleh pemerintah dalam percepatan serta penangangan Covid-19 baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah di daerah. Salah satunya oleh Pemprov Bali dengan menyiapkan dana sebesar Rp. 756 miliar guna mengatasi dampak Covid-19 yang diperoleh dari efesienasi anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk dana kunjungan anggota dewan direalokasi untuk penanganan Covid dan dampaknya.
Khusus untuk tenaga kerja yang terdampak dari pandemi Covid-19 ini pemerintah pusat sudah menyiapkan Program Kartu Prakerja. Lagi-lagi pengaduan sejumlah pekerja untuk bisa masuk dalam sistem aplikasi berbaisi online sangat sulit. "Saya belum tahu persis jumlah pekerja asal Bali yang sudah terdaftar dalam program Kartu Pra Kerja," akunya, Kamis (07/05/2020).
Sesuai dengan tujuan dikeluarkannya oleh Pemerintah, Kartu Pra Kerja memiliki 2 manfaat. Pertama, sejumlah bantuan langsung tunai. Kedua, pekerja bisa mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan secara daring. Namun, bagi seorang yang bekerja dibidang perhotelan dan restauran yang bisa dimanfaatkan sepertinya justru menawarkan pengetahuan diluar spesialisasinya, meskipun ada juga selaras seperti belajar bahasa inggris dstnya. Namun pekerja pariwisata yang sudah memiliki keahlian sesuai bidangnya selama ini, rasanya tidak tepat lagi mendapatkan pelatihan karena dalam situasi Covid-19 belum berani bersepekulasi untuk beralih ke pekerjaan lain. "Ketika pariwisata kembali normal mereka tentu berharap akan dipekerjakan kembali. Kartu Pra Kerja ini akan lebih bermanfaat bagi pekerja pemula,” ujarnya.
Terkait bantuan, Adi Ardhana menyebutkan bahwa dana yang dikucurkan tentunya merupakan bagian minimal yang diupayakan pemerintah untuk mereka mencukupi kebutuhan dasar dengan rentang waktu bantuan tersebut selama tiga bulan. Kalau republik ini tidak berhasil mekutus rantai penularan Covid-19, virus ini akan berkepanjangan dan akan memperparah semua sendi- sendi perekonomian masyarakat Bali. PHK akan terus bertambah dan pengangguran akan terus meningkat.
"Sebenarnya gelombang besar PHK akan datang pada bulan Juni dan Juli seandai tidak juga selesai tuntas masalah pemutusan rantai penyebaran dan situasi secara ekonomi pada kuartal 2 yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi negatif merupakan suatu tantangan berat yang harus ditempuh bangsa Indonesia," tutupnya. (her).










