Selain pemberian suplemen, perbaikan pola makan memiliki peran penting dalam pemulihan. Mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati, ikan, sayuran hijau, serta kacang-kacangan, dapat membantu memperbaiki kadar hemoglobin. Vitamin C, seperti yang terdapat dalam jeruk dan tomat, membantu penyerapan zat besi di saluran cerna.
Sebaliknya, teh, kopi, dan susu sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makanan kaya zat besi atau suplemen karena dapat menghambat penyerapannya. Langkah berikutnya adalah mengatasi penyebab utama anemia. Bila anemia disebabkan oleh perdarahan, maka sumber perdarahan perlu dicari dan diobati, misalnya tukak lambung yang diatasi dengan pengobatan khusus atau menstruasi berlebihan yang ditangani secara medis.
Bisakah Anemia Defisiensi Besi Dicegah?
Pencegahan anemia defisiensi besi dapat dilakukan dengan memperhatikan pola makan seimbang yang mengandung cukup zat besi. Mengonsumsi makanan bergizi setiap hari lebih baik daripada hanya mengandalkan suplemen.
Pada ibu hamil, suplementasi zat besi rutin direkomendasikan oleh WHO karena kebutuhan meningkat selama kehamilan. Pemeriksaan darah secara berkala juga penting, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti remaja perempuan, ibu hamil, dan lansia.
Selain itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap gejala anemia. Rasa lelah yang tidak biasa, pusing, dan wajah pucat bukan hal sepele. Pemeriksaan sederhana di fasilitas kesehatan dapat membantu mendeteksi anemia lebih awal, sehingga pengobatan dapat diberikan sebelum terjadi komplikasi.










