Sementara itu, Dr. Gek Diah Desi Sentana mengungkapkan antusiasme peserta sangat tinggi. Di awal kegiatan, anak-anak belum membayangkan bahwa belajar budaya bisa dilakukan dengan cara yang ringan dan menyenangkan.
“Awalnya mereka tidak terbayang, tetapi setelah mengikuti kegiatan ini mereka sangat senang. Saat mesatwa, kami selipkan lelucon dan pertanyaan agar mereka tetap fokus dan mampu mengingat tokoh, alur, serta pesan cerita,” jelasnya.










