Perlemakan hati akibat alkohol sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Inilah sebabnya kondisi ini kerap tidak terdeteksi hingga menjadi lebih berat. Penderita mungkin hanya merasa cepat lelah, nafsu makan menurun, atau ada rasa tidak nyaman di perut kanan atas.
Kadang disertai penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Jika perlemakan berlanjut menjadi peradangan hati, dapat muncul gejala seperti kulit dan mata menguning, nyeri perut, mual, hingga pembengkakan di perut karena penumpukan cairan. Pada tahap sirosis, kerusakan hati menjadi permanen dan berisiko menyebabkan gagal hati.
Penatalaksanaan perlemakan hati akibat alkohol berfokus pada menghentikan konsumsi alkohol dan memperbaiki gaya hidup. Langkah pertama dan paling penting adalah berhenti total dari alkohol.
Tidak ada batas aman untuk konsumsi alkohol bila seseorang sudah menunjukkan tanda kerusakan hati. Berhenti minum alkohol dapat menghentikan perburukan dan bahkan memungkinkan hati pulih, terutama bila dilakukan pada tahap awal penyakit.
Perubahan pola makan juga sangat membantu. Disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan cukup protein, vitamin, dan antioksidan. Hindari makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan atau daging berlemak, serta batasi asupan gula dan karbohidrat sederhana.
Aktivitas fisik teratur, seperti berjalan kaki atau bersepeda, membantu mengurangi lemak di hati dan memperbaiki fungsi metabolisme tubuh.
Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan terapi tambahan sesuai kondisi pasien. Jika terdapat gangguan gizi, suplemen vitamin B kompleks, terutama tiamin, dapat membantu memperbaiki metabolisme hati.










