SEBAGIAN orang menganggap minum alkohol sesekali bukan masalah besar. Namun, jika kebiasaan itu terus berlanjut, tanpa disadari hati mulai bekerja terlalu keras hingga akhirnya rusak.
Salah satu gangguan hati yang sering muncul akibat konsumsi alkohol berlebihan adalah alcoholic fatty liver disease, atau perlemakan hati akibat alkohol.
Hati adalah organ vital yang memiliki peran penting dalam tubuh, seperti menyaring racun, memetabolisme obat, dan menyimpan energi. Dalam keadaan normal, hati memang mengandung sedikit lemak.
Akan tetapi, bila kadar lemak di hati meningkat hingga lebih dari sepuluh persen dari berat organ tersebut, maka disebut perlemakan hati. Alkohol menjadi salah satu penyebab paling umum karena dapat mengganggu proses metabolisme lemak di dalam sel hati.
Konsumsi alkohol berlebihan membuat hati bekerja lebih berat dalam memecah dan menetralkan zat beracun dari alkohol. Proses ini menghasilkan zat sisa yang menghambat pembakaran lemak dan justru mendorong penumpukan lemak di hati.
Jika kebiasaan minum alkohol terus berlanjut, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan hati, bahkan berujung pada sirosis, yaitu kerusakan permanen pada jaringan hati yang menurunkan fungsi organ tersebut.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami perlemakan hati akibat alkohol. Risiko tertinggi terdapat pada mereka yang mengonsumsi alkohol secara rutin dalam jumlah banyak, terutama bila disertai pola makan tidak sehat.
Obesitas, diabetes, dan kadar kolesterol tinggi juga mempercepat kerusakan hati. Selain itu, wanita lebih rentan mengalami kerusakan hati akibat alkohol karena secara fisiologis kemampuan tubuh mereka dalam memetabolisme alkohol lebih rendah dibandingkan pria.










