Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, para warga di KBA Suntenjaya menanam tanaman hias, tanaman konsumsi, hingga tanaman herbal yang berkhasiat sebagai obat di atap dan pekarangan rumah mereka. Selain menghijaukan lingkungan, tanaman yang ditanam juga bisa menjadi sumber pangan yang artinya juga meningkatkan ketahanan pangan warga sekitar. Sisa hasil panennya pun dapat dijual ke pengepul dan menambah penghasilan warga.
Bertani Sambil Menjaga Alam
Dengan mata pencaharian utama warga sebagai buruh tani, petani, dan peternak, KBA Suntenjaya menerapkan sistem pertanian terintegrasi dengan menggabungkan sektor peternakan dan perkebunan untuk meningkatkan kualitas panen, menjaga tatanan alam dan masyarakat, serta membangun kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya pembinaan dari Astra, warga mulai memahami dan mempraktikkan cara menghasilkan kebutuhan dasar dalam menjalankan usaha pertanian dan peternakan yang berkelanjutan, seperti pupuk, makanan, dan pakan ternak dengan menerapkan sistem pertanian terintegrasi,” ujar Gunawan Azhari yang aktif mengajak warga untuk merawat lingkungan sekitar.
Contoh penerapan sistem pertanian terintegrasi di KBA Suntenjaya yaitu dengan pemanfaatan kotoran hewan ternak untuk diproses menjadi pupuk organik ramah lingkungan dengan metode vermicomposting yang dikenal dengan sebutan kascing (bekas cacing). Kascing tersebut lalu dimanfaatkan oleh warga untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam budidaya sayuran yang ramah terhadap lingkungan. Sedangkan limbah pertanian dapat digunakan untuk pakan ternak dan dikompos untuk menjadi sumber pupuk organik.










