Akses Masuk TPA Temesi Berlumpur, Pengelola Minta Supir Truk Bersabar

“Ini karena beban jalan yang tinggi, ada ratusan truk melintas tiap hari ditambah lagi dengan musim hujan,” jelasnya. Disisi lain, saat truk masuk ke area TPA juga sangat susah, akibat jalan becek dan licin. “

(Last Updated On: )
GIANYAR-fajarbali.com | Truk sampah yang membuang sampah ke TPA Temesi selama sepekan ini agak terhambat. Hal ini karena musim hujan belakangan ini menyebabkan akses ke TPA becek dan berlumpur. Selain kerusakan karena hujan, intensitas truk yang masuk sampai 200 truk, menyebabkan jalan menjadi bergelombang. 
Pengurus Yayasan Pengelola Sampah Temesi, I Wayan Cakra mengakui kalau supir-supir truk banyak yang mengeluh. Dimana dari saat masuk mendekati TPA Temesi jalan sudah mulai bergelombang dan di beberapa titik sudah berlubang. “Ini karena beban jalan yang tinggi, ada ratusan truk melintas tiap hari ditambah lagi dengan musim hujan,” jelasnya. Disisi lain, saat truk masuk ke area TPA juga sangat susah, akibat jalan becek dan licin. “Yang menghambat itu, karena saat truk masuk areal TPA kesulitan masuk karena becek, sehingga butuh waktu yang  agak lama loading sampah,” ujarnya. Bahka  tidak jarang ada truk yang selip di area TPA, sehingga kendaraan yang akan masuk terhambat. 
 
Kondisi seperti itu sudah biasa terjadi saat musim hujan, selain karena jalan mengalami kerut juga di areal TPA yang becek berlumpur. “Ya, kami harap para supir bersabar. Kami sudah berusaha memperbaiki jalan yang rusak, juga kami sudah bersurat ke dinas terkait untuk mendapat penanganan,” terangnya. Berkait dengan pungutan kepada truk yang masuk, hal itu sudah melalui aturan yang dikeluarkan Desa Adat Temesi. 
 
Kepala DLH Gianyar, Ni Made Mirnawati, ketika dikonfirmasi mengatakan hal tersebut karena curah hujan yang tinggi. “DLH sudah lakukan urugan dengan Lemstone, namun karena hujan, tergerus lagi,” jelasnya. Hal itu juga sudah dilakukan perbaikan rutin, tiap tahun, karena setiap hujan jalan masuk pasti rusak. Dikatakan, baik pengelola YPST dan supir truk memahami kondisi tersebut. Sedangkan di areal TPA sudah disiapkan alat berat untuk pengerasan dan mengatur sampah dan jalan agar tidak berlumpur.W

Next Post

Melalui Danu Kerthi, Memelihara Peradaban Air

Kam Okt 13 , 2022
“Air yang mengalir ke muara dengan tenang dan bersih, tentu ada tangan-tangan bijak di hulu yang merawat hutan.” Sasanti bijak ini terus terpelihara di negeri asalnya India sampai ke Nusantara dan khususnya Bali. Sasanthi bijak ini sebagai jawaban keberpihakan ajaran Hinduisme terhadap lingkungan, dalam hal ini relasi manusia dengan alam.
IMG_20221013_094936-68b15a5e

Berita Lainnya