Akhir Tahun, BNNP Ringkus Enam Jaringan Pengedar Ganja dan Ektasi

u6-IMG_20251223_160455
BB NARKOBA-Barang bukti ganja kering dan ekstasi disita petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali.
DENPASAR -fajarbali.com |Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali dan BNNK Denpasar berhasil menggagalkan penyelundupan ganja kering dan ekstasi yang dikirim dari Medan melalui jasa pengiriman barang. 
 
Selain mengamankan 6 tersangka, petugas BNNP menyita barang bukti ganja kering sebanyak 2.874,46 gram dan 101 butir ekstasi. 
 
Menurut Kabid Pemberantasan BNNP Bali Kombes Pol Sinar Subawa, kasus peredaran ganja ini ini diungkap oleh Tim Pemberantasan BNNK Denpasar. Semula, Tim mendapat informasi dari BNNP Sumatera Utara terkait masuknya narkoba ke Bali dalam jumlah besar. 
 
Tim kemudian melakukan control delivery dan berhasil mengamankan dua pelakunya, yakni BH (19) dan AD (29) di lokasi Jasa Pengiriman Barang Tiki di Denpasar, pada Minggu 14 Desember 2025. 
 
Dari hasil pendalaman, petugas kembali mengamankan dua orang yakni BC (22) dan SD (24), asal Kalimantan Barat, pada Rabu 17 Desember 2025. Adapun jumlah barang bukti yang diamankan yakni ganja kering seberat 2.874,46 gram netto. 
 
"Jadi, ada empat pelaku yang diamankan, sedangkan paketan ganja itu berasal dari Medan, Sumatera," terang Kombespol Sinar Subawa, pada Selasa 23 Desember 2025. 
 
Selain BNNK Denpasar, BNNP Bali juga berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ekstasi sebanyak 101 butir, pada 22 Desember 2025. Ratusan ekstasi itu juga dipasok dari Medan, Sumatera Utara. 
 
"Hingga kini, para pelaku masih dalam pemeriksaan, tersangka 2 orang," ungkapnya. 
 
Dari interogasi, keenam tersangka jaringan narkoba ini mengaku memasok ganja dan ekstasi ke Bali untuk diedarkan saat menyambut tahun baru di wilayah Denpasar Bali. 
 
"Paketan ganja dan ekstasi dari Medan itu rencananya akan digunakan saat perayaan tahun baru di Bali. Pengungkapan ini merupakan sebagai bentuk pengawasan agar perayaan Nataru aman dan kondusif," tegas Kombes Sinar Subawa. 
 
Selain jalur darat dan udara, pengawasan jalur laut juga diperketat, termasuk di Pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk. BNNP Bali juga meningkatkan pengawasan terhadap WNA melalui pemetaan jaringan, profiling, serta pemanfaatan anjing pelacak (K-9) bersama instansi terkait. 
 
"Pengawasan terhadap orang asing menjadi prioritas, mengingat Bali merupakan destinasi internasional. Kami bekerja sama dengan seluruh instansi untuk mendeteksi dan memutus jaringan narkotika lintas negara,” tandasnya. R-005 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top