Selanjutnya setelah prosesi diksa Nyeda Raga berakhir PHDI Buleleng atas usulan para Nabe ditetapkan bahwa Abhiseka Ida Bhawati I Made Sarjana adalah Ida Pandita Mpu Acharya Sandhikajaya Nanda, sedangkan Ida Bhawati Lily Marheni diberi abhiseka; Ida Pandita Mpu Istri Sandhikajaya Nanda.
PHDI Kabupaten Buleleng turut berbangga karena dari penilaian sisya turiksa dari pihak MGPSSR Buleleng dan penilaian Diksa Pariksa dari pihak PHDI Buleleng diputuskan; Ida Bhawati Made Sarjana dan Ida Bhawati Lily Marheni sebagai calon sulinggih terbaik.
Hadir pula Pembina Yayasan Widya Dharma Santi Denpasar Prof. Dr. I Made Bandem, MA., Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., Rektor Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika STIKOM Bali.
Kehadiran pimpinan ITB STIKOM dan yayasan mencerminkan kedekatan serta penghormatan dunia pendidikan terhadap pengabdian spiritual yang dijalani oleh salah satu dosen terbaiknya dulu.
Prof. Bandem, menyampaikan apresiasi atas perjalanan hidup dan pengabdian Ida Pandita Sandhikajaya selama menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di dunia pendidikan tinggi, khususnya pada masa menjabat sebagai Wakil Rektor III STIKOM Bali.
Prof Bandem menilai menilai bahwa Ida Pandita Sandhikajaya adalah sosok Profesional yangg sangat kreatif dan inovatif menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan, keteladanan, sehingga selama memimpin banyak ide dan terobosan cerdas yang diciptakan guna memajukan dan membesarkan ITB Stikom Bali.










