Hal ini merupakan bentuk rasa hormat dan bakti masyarakat Bali terhadap keberadaan air yang merupakan sumber perkembangan peradaban kebudayaan masyarakat di Bali.
Mengingat begitu pentingnya air bagi kelangsungan hidup setiap mahluk di bumi ini, sehingga air telah menjadi entitas peradaban bagi sebagian besar masyarakat dunia, tak terkecuali kehidupan masyarakat di Bali.
Bali yang dikenal sebagai daerah pariwisata dimana sektor perekonomiannya ditopang dari pariwisatanya tentu harus selalu memperhatikan kondisi lingkungannya termasuk kelestarian sumber- sumber air.
Ketersediaan sumber air tersebut harus selalu terjaga kelestariannya baik secara kuantitas dan kualitas.
Untuk itulah berbagai upaya perlu terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat agar sumber- sumber air tersebut tidak tereskploitasi secara massif yang akan berdampak pada degradasi terhadap fungsi air.
Pelestarian terhadap sumber air tersebut baik secara fisik maupun spritusl akan sangat berdampak positif dimana sumber-sumber air bersih selalu tersedia dan terjaga kesuciannya serta vibrasi dan energi positif pada sumber-sumber air tersebut tetap terjaga.
Tak hanya sebagai entitas peradaban, lebih jauh lagi air juga telah menjadi ruang filosofi seiiring perkembangan peradaban manusia yang semakin maju untuk dapat memaknai kehidupan lebih dalam.
Banyak filosofi yang bisa kita petik dari makna sebuah air. Air selalu mengajarkan kerendahan hati karena air selalu mengalir menuju tempat yang lebih rendah.
Hal ini mengajarkan kita agar senantiasa rendah hati kepada siapapun.










