"Kami mengajak para pendidik maupun orangtua untuk memahami bahwa keberhasilan anak usia dini tidak terbatas untuk kemampuan nembaca dan menulis saja, melainkan kemampuan literasi dan numerasi, keterampilan berkomunikasi, serta karakter berlandaskan pancasila," pungkasnya.
Sementara Kepala SMK Tenologi Denpasar Ni Wayan Parwati Asih, S.Pd, M.Pd mengatakan, memaknai Kemerdekaan ke-78 RI sangat dinanti-nanti dan dibanggakan setiap tahunnya, dimana sebagai penerus harus mampu menumbuhkan rasa nasionalisme, menghormati dan menghargai jasa para pahlawan.
Sebagai insan pendidikan, banyak yang bisa diperbuat dalam mengisi kemerdekaan ini seperti dengan mendidik anak-anak sebagai generasi emas masa depan bangsa lebih maju dari sebelum-sebelumnya.
"Melalui mengajarkan pendidikan sikap saling menghargai, menghormati, dan yang terpenting memberikan pengetahuan bagi siswa/siswi serta skil untuk bekal mereka ke depannya.
Bagi guru, lanjut Agek sapaan Parwati Asih, kemerdekaan bukan hanya perang melawan penjajah, bagi tenaga pendidik harus benar-benar mampu menguasai dan implementasikan empat kompetensi guru sehingga mampu mencetak generasi bangsa kedepannya.
Harapannya, seluruh keluarga besar Teknaska mampu introspeksi diri dalam menjalankan tugas-tugas di sekolah serta mengakomodir kebutuhan siswa sehingga mampu melahirkan output yang sesuai dengan kebutuhan industri dan harapan orangtua siswa. "Harapan kami mampu menjadi pribadi seorang guru dan mampu menjadi suri tauladan bagi peserta didik di SMK Teknologi Denpasar," ungkapnya. (Gde)










