AESI Ajak Jurnalis Nasional dan Daerah Kawal Proyek PLTS

IMG-20261106-WA0022
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar Media Training bertema "Penguatan Kapasitas Media dalam Diskursus Energi Surya Nasional". (foto: fb/ist)

Dari sisi pendanaan, Tiza Mafira, Director, Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia, sebuah lembaga riset yang menginisiasi Power Sector Finance Dashboard, mengungkapkan peta pembiayaan proyek PLTS yang terus meningkat di Indonesia, termasuk peluang pendanaan hijau global, serta kriteria yang dinilai bank dan investor untuk menentukan kelayakan pembiayaan (bankability) sebuah proyek.

Menurutnya, keyakinan investor tidak hanya dibentuk oleh kepastian regulasi, tetapi juga oleh cara publik memahami peluang pengembangan energi surya di dalam negeri.

“Investor membutuhkan kepastian pasar, dan salah satu sumber kepastian itu adalah terlihatnya opsi proyek PLTS beragam serta antusiasme masyarakat yang mulai terlihat di berbagai media. Liputan tentang penghematan biaya listrik, mudahnya pemasangan PLTS, semua ikut mengurangi keraguan pasar. Ini semua menjadi jembatan agar investasi hijau tertarik masuk ke Indonesia,” imbuh Tiza.

Peran Media dalam Ekosistem Energi Surya

Kolaborasi dengan media juga ingin AESI perluas ke daerah. Melalui kehadirannya di Balikpapan, Bali, Medan, dan Surabaya, AESI berharap dapat menjadi mitra rekan-rekan media dalam mengangkat praktik baik pemanfaatan PLTS di berbagai daerah, sekaligus menghadirkan konteks lokal yang membuat liputan energi surya terasa lebih dekat dengan masyarakat.

Untuk mendorong lahirnya liputan yang mendalam, AESI juga membuka Journalist Writing Competition bagi peserta Media Training dengan total hadiah Rp17.750.000. Peserta dapat memilih satu dari tiga fokus liputan yang berangkat dari materi diskusi, yaitu eksekusi teknis dan integrasi Battery Energy Storage System (BESS), kebijakan dan regulasi, serta pembiayaan dan kelayakan proyek PLTS.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top