AESI Ajak Jurnalis Nasional dan Daerah Kawal Proyek PLTS

IMG-20261106-WA0022
Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) menggelar Media Training bertema "Penguatan Kapasitas Media dalam Diskursus Energi Surya Nasional". (foto: fb/ist)

Dari Perencanaan hingga Pembiayaan

Diskusi menghadirkan tiga narasumber yang masing-masing mewakili sisi teknis, industri, dan pendanaan PLTS.

Dari sisi teknis, Joko Purnomo, Manager Pengendalian Aneka Energi Baru dan Terbarukan PT PLN (Persero), memaparkan peran PLTS sebagai salah satu tumpuan penambahan pembangkit energi terbarukan dalam RUPTL 2025–2034.

Joko mengulas karakteristik jenis instalasi PLTS, mulai dari PLTS atap, ground-mounted, hingga terapung, beserta skala penerapannya di sektor utilitas, komersial dan industri, serta rumah tangga, termasuk skema Independent Power Producer (IPP) yang memungkinkan pengembang swasta membangun PLTS dan menjual listriknya kepada PLN.

Joko menjelaskan bahwa sebuah proyek PLTS melewati banyak tahapan dan melibatkan banyak pihak. “Keberhasilan program kelistrikan sangat memerlukan dukungan publik. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap dapat membangun pemahaman dan sinergi bersama dalam rangka mendukung pengembangan PLTS di Indonesia agar dapat terus tumbuh guna meningkatkan ketahanan energi listrik bagi masyarakat” ujar Joko.

Dari sisi industri, Zidny Ilman, AVP of Public Policy & Government Relations Suryanesia yang juga merupakan Pengurus AESI, menyampaikan perkembangan industri energi surya di Indonesia serta tantangan yang dihadapi pengembang di lapangan. Menurutnya, PLTS perlu dilihat sebagai sebuah ekosistem.

“Kami percaya kunci dari keberhasilan Program 100 GWp adalah memastikan terciptanya ekosistem industri surya yang sehat. Bagaimana memastikan kerangka regulasi yang dapat diterima dan dijalankan oleh seluruh ekosistem – baik PLN, investor, lender, developer, EPC, dan manufaktur – menjadi langkah pertama yang krusial bagi Program tersebut,” ujar Zidny.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top