Sementara, untuk program pembagian daging babi setiap Hari Raya Galungan akan dibuatkan pos anggaran lainnya. “Kalau urusan mepatung itu tidak bisa dicampur, ini lain cerita alokasi anggarannya. Nanti bapak ibu perKK akan bisa menikmati secara faktual apa yang bisa diberikan Suyadinata ketika kita sudah saatnya dilantik. Santunan kematian tetap berjalan 25 juta,” terangnya.
Alit Yandinata menegaskan, semua program yang dicanangkan baik secara regulasi dan sistem keuangan daerah sudah dipelajari dengan baik. “Tidak perlu dipertanyakan lagi dari mana sumbernya, itu tidak lebih dari satu triliun, empat program langsung menyentuh ke masyarakat. Urusan berbagi kita tetap berbagi ke 6 kabupaten. Tetapi kita utamakan dulu urusan kepentingan wajib dan kepentingan masyarakat Badung,” tegasnya.
Cabup Badung, Wayan Suyasa menambahkan, paket Suyadinata berkoalisi dengan krama Badung. Pihaknya pun kembali menegaskan bahwa harus mendahulukan urusan wajib dan kepentingan masyarakat Badung.
“Kita harus bedakan mana kepentingan politik dan mana urusan wajib. Program-program yang ada di OPD juga harus tetap berjalan. Seorang pemimpin harus bisa memberikan gagasan dan ide. Kita harus bisa memberikan edukasi, harapan kita semua masyarakat melek. Dalam konteks kepemimpinan secara linier kita hormati perjuangan Bapak Prabowo-Gibran,” tambahnya.
Sementara, Cagub Made Muliawan Arya (De Gadjah) mengaku bangga dengan sambutan ratusan masyarakat Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani.
Sebagai pemimpin nantinya, pihaknya memastikan, tidak akan melakukan hal-hal diluar kepentingan masyarakat. De Gadjah menegaskan bahwa ia bukan petugas partai dan bukan mewakili partai, tetapi mewakili masyarakat Bali.










