MANGUPURA-Fajarbali.com | Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kecamatan Kuta Selatan Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (9/2).
Dalam forum strategis tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan sebagai pilar utama pariwisata berkualitas.
Mengusung tema “Akselerasi Pembangunan Infrastruktur Wilayah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, Bupati Wayan Adi Arnawa menekankan bahwa Musrenbang tahun ini harus menghasilkan program konkret yang mampu menjawab tantangan riil di lapangan, bukan sekadar agenda seremonial.
“Tanpa infrastruktur jalan yang memadai, pariwisata Badung akan menghadapi tantangan serius. Pembangunan ini tidak hanya untuk mengurai kemacetan, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan PAD,” tegasnya.
Menjawab keluhan kemacetan di wilayah Kuta Selatan, Pemkab Badung telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun khusus untuk infrastruktur. Salah satu proyek mercusuar yang disiapkan adalah pembangunan Underpass Simpang Udayana dengan estimasi anggaran Rp 350 miliar, yang kini dalam tahap pembebasan lahan melalui kolaborasi lintas pemerintah.
Selain itu, pada APBD Perubahan 2026, telah disiapkan tambahan Rp 127 miliar untuk pembebasan lahan jalan lingkar barat menuju Udayana. Skema rekayasa lalu lintas satu arah juga akan diterapkan untuk mengurai titik konflik kendaraan.
Selain konektivitas, Bupati juga memberikan perhatian serius pada krisis air bersih. Ia menargetkan distribusi air di Kuta Selatan mulai stabil pada Februari 2026 melalui penambahan pompa dan optimalisasi jaringan PDAM.










