
Ketua LDII Tabanan Maulana Sandijaya, mengaku apa yang disampaikan tokoh puri yang masih energik di usia 73 tahun itu sebagai suplemen dalam menjalankan visi-misi organisasinya. Sejatinya, LDII Tabanan telah melaksanakan dakwah menyejukkan yang menjunjung tinggi kearifan lokal Bali.
Buktinya, menurut Sandijaya, LDII Tabanan memiliki program LDII Mareresik, Ngejot serta Majenukan. "Program kami adalah langkah nyata untuk menjaga keharmonisan sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama dan kepercayaan, serta keharmonisan dengan lingkungan," jelasnya.
Sandijaya yang juga wartawan Radar Bali ini menambahkan, pihaknya terus memberikan pengarahan bagi anggotanya agar tidak menyampaikan dakwah provokatif atau bertentangan dengan 'local genius' masyarakat setempat.
"Kami akan lakukan arahan Bapak AA Gde Agung. Nanti pas bulan puasa, kami undang beliau. Kami buktikan bahwa kami bisa merangkul sesama manusia," kata Sandijaya. (Gde)










