DENPASAR-fajarbali.com | Tingkat pengangguran di Kota Denpasar mengalami penurunan dari 2,11 persen pada 2024 menjadi 1,4 persen pada 2025. Meski tercatat sebagai yang terendah di Bali dan berada di bawah angka nasional, jumlah pengangguran di ibu kota Provinsi Bali tersebut masih cukup tinggi. Diperkirakan jumlah pengangguran mencapai sekitar 8.000 orang.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengatakan, sebagai ibu kota provinsi, Denpasar memiliki berbagai dampak positif dari aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti sejumlah tantangan, salah satunya persoalan pengangguran. "Sebagai ibu kota provinsi, pasti ada dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak negatifnya itu masalah pengangguran," ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Jaya Negara menyebut, capaian penurunan angka pengangguran tersebut menempatkan Denpasar sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah di Provinsi Bali, sekaligus berada di bawah tingkat pengangguran nasional. Kendati persentasenya relatif rendah, jumlah penduduk yang belum bekerja masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Jaya Negara menyebutkan, jumlahnya diperkirakan sekitar 8.000 orang. Karena itu, Pemkot Denpasar terus berupaya memperluas kesempatan kerja melalui berbagai program yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan, termasuk penyelenggaraan pameran pasar kerja atau Job Fair. "Kalau dari jumlah orangnya, itu bisa mencapai 8.000 tenaga kerja. Tentu harapan kami, dengan jumlah sekarang anggaplah 8.000, kalau bisa terserap di job fair 1.000 saja sudah pasti berkurang," ucapnya.










